Makassar, 17 Mei 2026 – Pukul 02.36 dini hari, kesunyian kota mulai terasa mencekam. Namun, bagi Ian dan sahabatnya yang juga berprofesi sebagai pengemudi ojek online, waktu seolah berhenti berputar. Mereka masih setia menunggu di pinggir jalan, berharap layar ponsel segera menyala dengan sebuah notifikasi orderan.
Di bawah cahaya lampu yang mulai meredup, tatapan mereka tak lepas dari gawai di tangan. Rasa kantuk dan dinginnya angin tengah malam seolah tak berarti, dibandingkan rasa cemas jika harus pulang dengan tangan kosong.
“Lebih baik menunggu lama daripada pulang tanpa hasil,” mungkin itulah prinsip yang mereka pegang erat malam ini. Bersama-sama, mereka berbagi sepi dan harapan. Kehadiran satu sama lain menjadi penguat, meski di hati masing-masing terselip beban berat yang harus dipikul esok hari.
Mereka adalah bukti nyata bahwa di balik setiap kilometer yang ditempuh, tersimpan perjuangan yang tak mudah. Bertahan di tengah malam yang panjang, hanya demi senyum keluarga yang menanti di rumah.







