MAKASSAR – Ketua Gerakan Rakyat Miskin, Muh Tawakkal, menyatakan akan menantang Dinas Sosial Kota Makassar untuk melakukan adu data yang akurat terkait pendataan masyarakat miskin di wilayah tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keluhan yang terus muncul mengenai ketidaktepatan sasaran penyaluran bantuan sosial (bansos) di kota ini.
Menurut Tawakkal, masih banyak warga yang sebenarnya masuk kategori kurang mampu namun tidak terdaftar sebagai penerima manfaat, sementara sebagian yang lain yang dianggap tidak layak justru mendapatkan bantuan. “Kami ingin memastikan data yang dimiliki pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Oleh karena itu, kami siap melakukan adu data secara terbuka dan transparan,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Isu ketidakakuratan data penerima bansos bukanlah hal baru di Makassar. Sebelumnya, berbagai pihak termasuk anggota DPRD juga telah menyoroti masalah ini, menekankan pentingnya pemutakhiran data secara berkala agar program bantuan dapat mencapai mereka yang benar-benar membutuhkan.
Sementara itu, Dinas Sosial Kota Makassar sendiri telah menyatakan komitmennya untuk memperbaiki kualitas data. Kepala Dinas Sosial, Andi Bukti Jufri, sebelumnya mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan sistem digitalisasi data berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta melakukan bimbingan teknis bagi agen pendata sebelum turun ke lapangan.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Sosial terkait tantangan yang diajukan oleh Muh Tawakkal. Namun, langkah ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pendataan dan memastikan keadilan dalam penyaluran bantuan sosial di Kota Makassar.






